• 0274 - 4360900 / 0811292124

Di dalam Nusantara ada Kampung Jawa yang Damai 

Nusantara telah dikenal ribuan tahun dan disebarkan di jaman Majapahit ; Nusantara adalah konsep Negara : ada wilayah kepulauan, ada rakyat , ada pemerintahan dan ada philosophy. Dengan konsep itu lahirlah budaya nusantara yang terkenal.

Jawa adalah bagian penting Nusantara, meskipun lahir di wilayah pulau Jawa namun budaya jawa bukan lagi hanya milik orang jawa. Manusia yang merasa jawa (njawani) telah dikonsepkan menjadi manusia seutuhnya.

Manusia yang seutuhnya digambarkan sebagai kesuksesan manusia dalam bergumul dan mencari mikrokosmos (sesama makhluk) dan makrokosmos (alam semesta) , yang tidak lain membangkitkan kesadaran dan mengamalkan kesadaran bahwa manusia lahir, hidup, dan mati telah ditentukan oleh dan kembali kepada Sang Maha Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Di dalam pergumulan kesadaran itu manusia jawa mengalami proses belajar dan mengajar yang hakikatnya menginginkan kesejahteraan yang dilandasi cinta kasih, harmonisasi dan kedamaian. Proses itu sangat sulit tetapi manusia tidak kuasa menghindarinya, manusia harus mengatasinya.

Kampung jawa adalah komunitas manusia jawa, disana ada tempat dan gambaran budaya jawa (Java Village , folklore). Java Village Resort (JVR) hanyalah sebuah nama yang dimaksudkan agar membangkitkan kembali kesadaran manusia jawa dalam tata kehidupan yang lebih mendunia (global) saat ini. JVR bertempat di Pandowoharjo, Jl Griya Taman Asri, Sleman – NgaJogyakarta Hadiningrat.

Di dalam JVR dimaksudkan ada proses bagi orang-orang yang secara lebih santai namun produktif kembali mencari dan menggumuli mikro dan makrokosmosnya dalam suasana kedamaian. Meskipun tidak mungkin mencakup keseluruhan topik, paling tidak JVR bertujuan memberi sarana yang memadai untuk memelihara dan mengembangkan (nguri-uri) tiga hal :

  • Kanca atau persaudaraan ;
  • Boga atau hal-hal tentang makanan (culinary) ;
  • Budaya dilakukan dalam berbagai olah kesenian dan spiritual ;

Di samping itu juga dimaksudkan untuk suatu tempat yang bisa menjadi salah satu sentra kegiatan olah raga, terutama sepeda yang ramah lingkungan dan sehat di daerah Jogya utara dan sekitarnya.

JVR dikembangkan di lingkungan kampung jawa, disekitar persawahan dan tegalan, rumah-rumah joglo jawa suasana tropis dengan banyak menangkap angin, air segar, dan cahaya matahari. Dipilih dengan pemandangan gunung Merapi dan Merbabu yang menjadi mitos masyarakat jawa selama ribuan tahun.

Demikian uraian singkat mengenai keberadaan JVR . Kerjasama dan dukungan Pemerintah Daerah, warga sekitar , pemangku kepentingan dan para pemerhati budaya menjadi faktor kunci suksesnya tujuan JVR. Pengelola akan terus mengembangkan visi dan misi ini dengan bantuan masukan dan kritik dari pemerhati. Kami selalu mohon dukungan dari setiap langkah yang sudah pasti banyak kekurangannya.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati dan meridhoi keberadaan JVR dapat bermanfaat bagi lingkungan, pengembangan budaya jawa dan wisata khususnya di daerah Jogyakarta, Surakarta dan Jawa Tengah pada umumnya.

Di JVR  hanya ada damai !